Langsung ke konten utama

Postingan

~Senandung Sepi~

             Terkadang...              saat sunyi tak lega menghasilkan              dia hanya mampu mengalun perlahan. Sore belum beranjak petang. Burung-burung pun belum kembali dari pertarungannya. Belum apa-apa aku sudah merasa kesepian. Seperti sudah kaupahami, sulit bagiku untuk pergi terlebih dahulu. Jika ditinggalkan, aku masih punya harapan dia akan menengok ke belakang. Namun saat aku yang jauh di depan, aku tak tahu bagaimana caraku melihatnya kembali.              Terkadang...              saat dingin menusuk tajam              helai pelindung justru tanpa bimbang ditanggalkan. Dahulu, aku pernah be...

Backpacking ke Saigon City. Day 2.2: New Places + New Friends = New Experiences

Masih 19 Maret 2018.... Belum beranjak dari War Remnant Museum, aku menyelesaikan penjelajahanku ke setiap sudut ruangan. Yang kucari sebenarnya adalah bagian penjara. Aku hampir putus asa ketika semua lantai telah terjamah dan belum sampai juga di replika penjaranya. Jangan-jangan sudah ditutup karena terlalu seram . Ternyata, bagian ini terletak di paling pojok di luar gedung. Aku melangkah dengan hati-hati karena cukup ndredeg . Seperti apa isinya? Tengok di galeri foto saja ya... Saya akan menceritakan langsung dari kenampakan fotonya. To sum up , bagiku replika sistem penjara ini lebih seram ketimbang rumah hantu Jatim Park (atau rumah hantu-rumah hantu lainnya) yang pernah saya masuki semasa SD dulu. Terasa lebih nyata.... Tengok di sini galeri fotonya.... __________ Seperti rencana awal, aku harus mencoba Saigon Waterbus mengarungi Sungai Saigon. Siang itu, tak ada orang yang terlihat di area terminal bus air. Teriknya matahari dan aroma air payau menambah panas c...

Backpacking ke Saigon City. Day 2.1: Getting Closer with Histories

Senin, 19 Maret 2018 Hari kedua ini diawali dengan perut munek-munek beserta kegalauan hakiki. Tadi malam aku kalap oleh Saigon Halal Food dan memesan makan berat untuk sarapan. Aku lupa bahwa aku mendapat jatah sarapan dari hostel. Ditambah lagi, lambungku masih penuh oleh makanan semalam. Ya Tuhaaaan ampuni hamba, makanan ini mubadzir. Sementara itu, aku juga mengalami kegalauan luar biasa. Sampai larut aku menimbang-nimbang akan mengunjungi Cu Chi Tunnel atau tidak. Sialnya lagi, aku terserang insomnia, suatu hal yang tak pernah kualami sebelumnya. Padahal aku sangat lelah dan ingin segera tidur. Tempat tidurku pun nyaman. Akan tetapi, mataku tak kunjung mau memejam dan nafasku terasa tak tenang. Hingga dini hari, aku masih krusak-krusuk di atas bantal. Untuk mencapai Terowongan Cu Chi, pilihan paling efektif adalah bergabung dengan rombongan tur karena letaknya yang cukup jauh dari Distrik 1. Selain bisa ditempuh dalam waktu singkat, tur juga akan mengajak romb...

Backpacking ke Saigon City. Day 1: Melangkahlah!

"If you don't really know what to do, just keep swimming!" ~Dory Prolog Attention, please! Please kindly accept my apologize because my posts would be sent not in chronological order. Sebelum postingan ini, seharusnya ada beberapa cerita yang mendahului, yaitu cerita perjalananku di Hanoi. Tanpa Hanoi, aku tidak mungkin menginjakkan kaki di kota Ho Chi Minh. But sorry to say, Hanoi is simply hard to tell. Jadi, nggak papa yaaa, cerita yang ini duluuu. A journey of a thousand miles begins with a single step. ~Lao Tzu. Parte 1 Lepas dua minggu diliputi kepenatan kuliah, aku sengaja menambah trip tiga hari ke salah satu kota besar di Vietnam, yaitu Ho Chi Minh City (HCMC) atau Thành phố (kota) Hồ Chí Minh . Dahulu sebelum Perang Vietnam berakhir, Kota Ho Chi Minh bernama Saigon ( Sài Gòn) . Dengan bersatunya Vietnam Selatan dan Vietnam Utara, nama Saigon City berubah menjadi Ho Chi Minh City, mengulik nama (samaran) founding father Negara Vietnam. Meski nam...